23 Juni 2009

Tersesat Saat Pulang


Selesai sholat Jum'at aku bersiap untuk perjalanan sejauh 100km, kondisi sepeda motor dan segala kebutuhan termasuk bekal makanan dan minuman secukupnya aku persiapan dengan secermat-cermatnya, tak lupa mantel untuk berjaga-jaga jika kondisi diperjalanan hujanpun aku siapkan pula.

Jarum jam hampir menunjukkan pukul 13, aku mulai start sepeda motor, jalanan masih agak sepi karena jam-jam disiang seperti itu, para pekerja dan pegawai kantor maupun toko belum waktunya pulang, sehingga perjalanan begitu lancar. Hanya tangki bensin yang memang tinggal sekitar kurang lebih satu liter.

Di kilometer ke 30an aku belokkan sepeda motor ke pompa bensin, dari jarum penunjuk bahan bakar aku memperkirakan tangki itu cukup jika diisi bensin sebanyak Rp15.000. Akupun mengatakan kepada petugas penjaga pompa bensin, agar mengisi bensin seharga Rp15.000. Setelah menekan tombol dengan angka rupiah 15.000 petugas mengisi tangki bensin sepeda motorku. Ternyata akhirnya ada sedikit bensin yang tumpah karena tidak muat untuk diisi bensin sejumlah Rp15.000.

Kurang lebih 10km berikutnya memasuki kawasan berkelak-kelok dengan tanjakan dan turunan yang tinggi sepanjang kurang lebih 10km. Jalanan ditempat itu sebagian halus karena baru diperbaiki, sebagian lagi masih rusak bergelombang dan berlubang-lubang. Mengapa mutu jalan begitu jeleknya ? Aku kadang sampai berpikiran, apakah sebagian jalan itu masuk perut anak-anak para koruptor.

Dengan konsentrasi yang tidak boleh lengah sedikitpun akhirnya aku menyelesaikan bagian perjalanan itu, dan perjalananpun terus berlanjut. Rasa kantuk terkadang datang yang menyebabkan aku harus mengurangi kecepatan motorku. Akhirnya aku berhenti disebuah toko, membeli minuman dingin susu kotak tapi ternyata tidak terlalu manis.

Setelah menempuh perjalanan itu selama dua jam lebih sedikit akhirnya akupun sampai pada tempat yang kutuju. Sesaat kemudian aku ke masjid untuk sholat ashar. Baru kemudian perbincangan dilanjutkan kembali. Selesai sholat maghrib, tibalah saat aku makan bersama mereka. Dan selesai sholat isya, akupun harus segera pulang agar tidak terlalu kemalaman dijalan.

Waktu sudah menunjukkan jam 19, aku start motorku untuk perjalanan pulang, jalanan masih sedikit ramai. Di sebagian langit yang saat perjalanan siang tadi kulihat ada mendung hitam, kelihatannya sebagian sudah diturunkan berupa hujan, namun sebagian lain masih tersisa.

Benar, gerimis kecilpun aku jumpai disebagian perjalanan itu, namun aku belum memutuskan untuk memakai mantel yang sudah aku siapkan sejak keberangkatan tadi siang. Kuraba jaket kulit yang kupakai, terasa sedikit basah karena titik-titik air gerimis dijalanan.

Titik titik air itupun menempel dikaca helm yang kupakai, sehingga menjadikan pandanganku kejalanan didepanku pun agak terganggu. Apalagi jika ada mobil didepanku, yang menghasilkan cipratan halus air dari ban belakangnya, kaca helm yang kupakai menjadi lebih buram. Akupun segera mendahului kendaraan itu, agar tidak terlalu mengganggu penglihatanku.

Sambil terus berjalan, kuusap kaca helm dengan tangan kiriku, dibagian dalamnya dan juga dibagian luarnya, sehingga penglihatanku sedikit lebih jernih.

Dibagian jalan kurasakan ada yang berbeda, mengapa aspal jalan yang kulalui agak lebih kasar dan bergelombang. Aku mencoba mengingat-ingat, kira-kira saat ini ada dikilometer keberapa dari jalan yang kulalui. Tapi aku terus saja memacu motorku walau tidak terlalu kencang, disamping karena jalanan basah bekas hujan, juga karena kaca helm yang kupakai agak buram karena titik-titik gerimis.

Akhirnya perjalanan sampailah pada aspal yang bagus dan halus kembali, tapi kurasakan agak berbeda kali ini. Aku kembali memikirkan, saat ini aku ada didaerah mana? Apakah pertigaan yang harusnya berbelok masih jauh ? Kulihat rumah-rumah di kiri dan kanan jalan serta keadaan sekelilingnya, sambil kubuca kaca helm yang kupakai. Aku benar-benar tidak mengenal daerah ini. Dalam hati aku berpikir, mungkin aku salah jalan.

Sambil terus berpikir, akupun bertanya dengan yang aku bonceng "Ini daerah mana ya, kayaknya kita salah jalan nih". Dalam keraguan itu aku masih meneruskan laju motorku. Dan akhirnya keraguanku terjawab juga, ketika ada palang kereta api didepanku. Koq ada jalan kereta api ? Apalagi saat itu palang kereta pas diturunkan, dan kereta api akan segera melintas. Akhirnya aku sadari bahwa aku salah jalan.

Segera aku putar motorku meninggalkan palang kereta api, menyusuri jalan yang salah tadi, mencari pertigaan dimana aku harus berbelok kearah yang benar. Ternyata jauh juga aku melilntasi jalan yang salah. Akhirnya sampailah pada belokan yang seharusnya aku ikuti.

Segera setelah menemukan jalan yang benar, aku pacu kembali motorku, karena ternyata jauh juga aku melintasi jalan yang salah tadi. Gerimis turun lebih banyak, dan hujanpun mulai hadir, aku berhenti untuk mengenakan mantel yang sudah kupersiapkan sebelumnya.

Akhirnya hampir jam 22, sampai juga aku dirumah setelah perjalanan dua setengah jam yang melelahkan itu. Perjalanan yang berhias gerimis dan hujan, serta salah jalan.

[39:53] Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39:54] Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). [39:55] Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, [39:56] supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ), [39:57] atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa'. [39:58] Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar