23 Juni 2009

Selamat Jalan Rajawali


Ketika pertama kali kita bertemu
Saat kau duduk termangu
Dalam kebekuan suasana itu
Kucoba tuk sapa dirimu

Walau ada sedikit rasa keangkuhan
dan kecemburuan serta rasa tak enak dalam hati
Namun,,,
Hari demi hari semua itu berganti
menyatukan semua unsur itu
menjadi satu senyawa yang solid
dengan struktur oktahedron yang kokoh

Saat cerita itu dimulai
Seekor anak burung rajawali sedang sedih
karena dia melihat sosok rajawali dewasa diangkasa
yang terbang dengan kegagahannya
kemilauan sayapnya yang mengepak kuat

sedangkan dia,,,
ada dalam kumpulan anak-anak ayam dan induknya
itu karena badai besar yang melanda
mendamparkan telur rajawali itu di perkampungan

namun untungnya masih ada remaja yg menyelamatkannya
menaruh telur itu diantara telur ayam piaraannya
yang sedang dierami induk ayam yang sabar

saat kecil dulu dia menikmati hidup bersama saudaranya
anak-anak ayam yang harus mencakar-cakarkan kakinya ketanah
demi mencari seekor cacing kecil atau rayap dibawah pohon

kini dia mulai gelisah
impiannya mulai lain dari saudaranya sesama tetasan
keinginan untuk bisa terbang tinggi
melihat alam luas dengan bebas dari atas
mencari makan di daerah yang luas

",,, rasanya aku ingin seperti dia,
terbang dengan gagah, bebas menjelajah angkasa,
hinggap ditempat yang tinggi,
melihat indahnya dunia yang luas,,,," katanya dalam hati,
dan,, akhirnya disampaikannya juga pada saudaranya,,
juga pada induknya,,,

",,, hai,, kau,, jangan mimpi,,
hidupmu diatas tanah,,kau harus mengorek tanah,,,
mencari makan dari sana,, apa kamu gila,,," kata saudaranya,
saling bersahutan kata-kata itu,, ",, apa kamu sudah gila,,,"

",,, anakku,,, benar saudara-saudaramu,,, sudahlah,,,
terima nasib kita ini,,, dan kita memang seperti ini,,,
kita bahagia dengan kenyataan ini,,,
lupakan impianmu anakku,,," nasehat induk ayam bijaksana itu

tiap kali malam datang,,, impiannya makin mengganggu tidurnya,,
bila siang datang,,, rasa sedih itu selalu menemaninya,,,

",,,hai anak muda,,," teriakan keras itu mengagetkannya,
"mengapa kau hanya diam,,, aku tahu kau ingin seperti aku,,,
ayo gerakkan sayapmu,,, kamu pasti bisa,,,"
rajawali dewasa yang gagah itu lewat diatasnya

",,, tapi,,, aku tidak bisa,,, aku hanya bisa mengorek tanah,,,
biarlah aku seperti ini,,, induk dan saudaraku menasehatiku selalu,,
untuk tetap menerima dan menikmati semua ini,,,"

",,, ok,, tapi kutunggu kamu diatas sana,,,"
rajawali perkasa itu segera pergi dan terbang tinggi

pertarungan dalam hatinya begitu hebat
",,,apa kamu gila,,, kita ini hidupnya diatas tanah,,,,
bukan diangkasa,,, apa kamu gila,,,"
",,,hai anak muda,,, ayo,, kamu pasti bisa,,,
tempat kamu disini,,, diangkasa,,,"

satu sampai dua kali tiap minggu rajawali itu datang
dan selalu seperti itu yang dikatakan dengan kerasnya
dan selalu mengagetkan
",,, hai anak muda,,, ayo,,, kepakkan sayapmu,,, kesini,,,
kenapa kau hanya disitu,,, itu bukan tempatmu,,,,"

hari demi hari terus berganti
sang rajawali perkasa akhirnya hilang kesabarannya
disaat rajawali muda itu lengah
dari ketinggian yang cukup tinggi
dia melesat dengan cepatnya
menukik dan menyambar rajawali muda
dengan cengkeraman yang kuat
dibawanya rajawali muda keangkasa
terbang tinggi dan tinggi terus menuju langit

tanah sudah tidak lagi terlihat
tapi,,,
rajawali muda terus dibawanya dalam cengkeramannya

"tolooongg,,,, tolong lepaskan,,,kau apakan aku,,"
teriakan itu terus diucapkan sampai suaranya habis

",,,hai anak muda,,, sekarang tidak ada pilihan lain,,,
aku akan lepaskan kamu disini,,,
terserah kamu,,, kamu mau diam,,
terjun dan mati terhempas ketanah,,,
ataukah kamu berusaha keras,,,
tuk kepakkan sayap yang kau punya itu,,
selamat tinggal,,,"

rajawali perkasa itu melepaskan cengkeramannya,
meninggalkan sendiri,, membebaskannya untuk memilih
diam atau berusaha,, hidup atau mati,,,

",,ooo,,, toloong,,," teriak rajawali muda sangat ketakutan
akhir rajawali muda itu mencoba membuka sayapnya

"..ooo... tolong,,," jatuh berputar-putar dalam kebingungan
dia kepakkan sayapnya sekuat tenaga
sayap yang terbuka itu mulai bekerja
mulai menahan kecepatan jatuh bebasnya

dia berusaha dengan kuat untuk mencari keseimbangan diri

dia menata dan memfocuskan gerakan sayap-sayapnya
akhirnya,,,,

",,,hah,, aku tidak jatuh terus,,, hah aku meluncur diawan,,
hah,,,aku bisa naik,,,"

",,haahhh,,, AKU BISA,,,"
"AAAAKUUU BIIISAAAA,,," teriaknya

Terbanglah rajawali dengan gagahnya,
bulunya yang indah, kemilau tertimpa cahaya surya.

Dua tahun sudah kita bersama,,,
Selamat jalan rajawali,,,
terbanglah tinggi,,,
kamu bisa,,,

Jaga almamatermu,,,
Sukses selalu buatmu,,,

Tersesat Saat Pulang


Selesai sholat Jum'at aku bersiap untuk perjalanan sejauh 100km, kondisi sepeda motor dan segala kebutuhan termasuk bekal makanan dan minuman secukupnya aku persiapan dengan secermat-cermatnya, tak lupa mantel untuk berjaga-jaga jika kondisi diperjalanan hujanpun aku siapkan pula.

Jarum jam hampir menunjukkan pukul 13, aku mulai start sepeda motor, jalanan masih agak sepi karena jam-jam disiang seperti itu, para pekerja dan pegawai kantor maupun toko belum waktunya pulang, sehingga perjalanan begitu lancar. Hanya tangki bensin yang memang tinggal sekitar kurang lebih satu liter.

Di kilometer ke 30an aku belokkan sepeda motor ke pompa bensin, dari jarum penunjuk bahan bakar aku memperkirakan tangki itu cukup jika diisi bensin sebanyak Rp15.000. Akupun mengatakan kepada petugas penjaga pompa bensin, agar mengisi bensin seharga Rp15.000. Setelah menekan tombol dengan angka rupiah 15.000 petugas mengisi tangki bensin sepeda motorku. Ternyata akhirnya ada sedikit bensin yang tumpah karena tidak muat untuk diisi bensin sejumlah Rp15.000.

Kurang lebih 10km berikutnya memasuki kawasan berkelak-kelok dengan tanjakan dan turunan yang tinggi sepanjang kurang lebih 10km. Jalanan ditempat itu sebagian halus karena baru diperbaiki, sebagian lagi masih rusak bergelombang dan berlubang-lubang. Mengapa mutu jalan begitu jeleknya ? Aku kadang sampai berpikiran, apakah sebagian jalan itu masuk perut anak-anak para koruptor.

Dengan konsentrasi yang tidak boleh lengah sedikitpun akhirnya aku menyelesaikan bagian perjalanan itu, dan perjalananpun terus berlanjut. Rasa kantuk terkadang datang yang menyebabkan aku harus mengurangi kecepatan motorku. Akhirnya aku berhenti disebuah toko, membeli minuman dingin susu kotak tapi ternyata tidak terlalu manis.

Setelah menempuh perjalanan itu selama dua jam lebih sedikit akhirnya akupun sampai pada tempat yang kutuju. Sesaat kemudian aku ke masjid untuk sholat ashar. Baru kemudian perbincangan dilanjutkan kembali. Selesai sholat maghrib, tibalah saat aku makan bersama mereka. Dan selesai sholat isya, akupun harus segera pulang agar tidak terlalu kemalaman dijalan.

Waktu sudah menunjukkan jam 19, aku start motorku untuk perjalanan pulang, jalanan masih sedikit ramai. Di sebagian langit yang saat perjalanan siang tadi kulihat ada mendung hitam, kelihatannya sebagian sudah diturunkan berupa hujan, namun sebagian lain masih tersisa.

Benar, gerimis kecilpun aku jumpai disebagian perjalanan itu, namun aku belum memutuskan untuk memakai mantel yang sudah aku siapkan sejak keberangkatan tadi siang. Kuraba jaket kulit yang kupakai, terasa sedikit basah karena titik-titik air gerimis dijalanan.

Titik titik air itupun menempel dikaca helm yang kupakai, sehingga menjadikan pandanganku kejalanan didepanku pun agak terganggu. Apalagi jika ada mobil didepanku, yang menghasilkan cipratan halus air dari ban belakangnya, kaca helm yang kupakai menjadi lebih buram. Akupun segera mendahului kendaraan itu, agar tidak terlalu mengganggu penglihatanku.

Sambil terus berjalan, kuusap kaca helm dengan tangan kiriku, dibagian dalamnya dan juga dibagian luarnya, sehingga penglihatanku sedikit lebih jernih.

Dibagian jalan kurasakan ada yang berbeda, mengapa aspal jalan yang kulalui agak lebih kasar dan bergelombang. Aku mencoba mengingat-ingat, kira-kira saat ini ada dikilometer keberapa dari jalan yang kulalui. Tapi aku terus saja memacu motorku walau tidak terlalu kencang, disamping karena jalanan basah bekas hujan, juga karena kaca helm yang kupakai agak buram karena titik-titik gerimis.

Akhirnya perjalanan sampailah pada aspal yang bagus dan halus kembali, tapi kurasakan agak berbeda kali ini. Aku kembali memikirkan, saat ini aku ada didaerah mana? Apakah pertigaan yang harusnya berbelok masih jauh ? Kulihat rumah-rumah di kiri dan kanan jalan serta keadaan sekelilingnya, sambil kubuca kaca helm yang kupakai. Aku benar-benar tidak mengenal daerah ini. Dalam hati aku berpikir, mungkin aku salah jalan.

Sambil terus berpikir, akupun bertanya dengan yang aku bonceng "Ini daerah mana ya, kayaknya kita salah jalan nih". Dalam keraguan itu aku masih meneruskan laju motorku. Dan akhirnya keraguanku terjawab juga, ketika ada palang kereta api didepanku. Koq ada jalan kereta api ? Apalagi saat itu palang kereta pas diturunkan, dan kereta api akan segera melintas. Akhirnya aku sadari bahwa aku salah jalan.

Segera aku putar motorku meninggalkan palang kereta api, menyusuri jalan yang salah tadi, mencari pertigaan dimana aku harus berbelok kearah yang benar. Ternyata jauh juga aku melilntasi jalan yang salah. Akhirnya sampailah pada belokan yang seharusnya aku ikuti.

Segera setelah menemukan jalan yang benar, aku pacu kembali motorku, karena ternyata jauh juga aku melintasi jalan yang salah tadi. Gerimis turun lebih banyak, dan hujanpun mulai hadir, aku berhenti untuk mengenakan mantel yang sudah kupersiapkan sebelumnya.

Akhirnya hampir jam 22, sampai juga aku dirumah setelah perjalanan dua setengah jam yang melelahkan itu. Perjalanan yang berhias gerimis dan hujan, serta salah jalan.

[39:53] Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39:54] Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). [39:55] Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, [39:56] supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ), [39:57] atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa'. [39:58] Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik'.

09 Juni 2009

Katak-katak Dalam Kubangan Susu


Disuatu pagi katak-katak muda pergi bermain-main. Ratusan katak itu riang gembira bermain ditempat yang belum pernah mereka kunjungi.

"Hai teman-teman, ayo sekarang kita berlomba menunjukkan kecepatan lari kita masing-masing" kata salah satu katak itu,
"Ayooo,, siapa takut,,, " timpal katak-katak lainnya,
"Kalau begitu kita akan lari secepat-cepatnya dan sejauh-jauhnya,,"
"OooKkkeee,,, aayoooo,,, laaariiii,,,"

Mereka berlarian dengan lompatan yang jauh, cepat dan gesit, saking gembiranya mereka tidak sadar didepan ada kolam yang tidak berisi air, tapi kolam itu berisi susu segar.

Akhirnya ratusan katak-katak itu jatuh masuk ke kolam susu tersebut.

Mulailah katak-katak yang tercebur itu berusaha keluar dari kubangan susu yang bisa menenggelamkan mereka. Mereka berusaha mengayuh kakinya sekuat tenaga, berusaha melompat keluar dari kubangan susu itu. Namun rupanya katak-katak muda itu belum ada yang berhasil, disamping karena cukup dalam untuk ukuran katak-katak muda juga dindingnya lumayan cukup tinggi.

Semula katak-katak muda yang diatas memberikan semangat, namun lama kelamaan mereka hanya diam termangu melihat teman-temannya dalam kubangan susu itu. Akhirnya sampailah katak-katak yang diatas itu mencemooh dan mengejek.

"Aaah percuma saja kamu berusaha, kamu nggak akan bisa naik keatas sini, sudahlah menyerah saja, mati saja tenggelam dalam kubangan itu,,," teriak salah satu katak diatas,

Kata-kata itu justru disambut teriakan katak-katak lain, "yaa,, percuma saja, buat apa kalian berusaha,,, menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,"

Akhirnya semua katak yang diatas mulai meneriakkan hal yang sama " sudahlaahh, percuma,, ayo menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,"

Semula katak-katak yang tercebur itu tidak mempedulikan, mereka tetap mengayuhkan kakinya, berusaha untuk melompat keluar dari kubangan susu itu, namun akhirnya satu persatu katak-katak itu mulai terpengaruh juga oleh teriakan katak-katak yang diatas.

"ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,"

Berkali-kali dan terus menerus teriakan itu makin keras, katak-katak diatas makin menikmati teriakan mereka, dan melihat katak-katak dalam kubangan susu itu mulai putus asa.

Akhirnya satu persatu katak-katak dalam kubangan itu mulai berhenti mengayuhkan kakinya, mereka mulai tenggelam, dan,,, mati.

Katak-katak yang diatas lebih lantang berteriak, "ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,"

"ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,"
"tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,"
"percuma,,, mati saja sekalian,,, sudahlah,, menyerah saja,,,"

Begitulah saling bersahutan teriakan katak-katak yang diatas. Satu persatu katak-katak dalam kubangan susu itu berhenti mengayuh, diam, tenggelam dan tidak muncul lagi, mati.

Seiring teriakan yang semakin keras dari katak-katak yang diatas, ada seekor katak yang tetap mengayuhkan kaki-kakinya, bahkan semakin keras dia mengayuh, sementara disampingnya banyak yang sudah menyerah, diam, tenggelam, dan mati.

"percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,," teriakan itu menjadikan katak-katak dalam kubangan susu itu kehilangan harapan untuk bisa keluar, mereka mulai diam, tenggelam, dan mati.

"tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,"
Teriakan itu menjadikan seekor katak semakin bersemangat, sementara teman-temannya sudah hampir semuanya tenggelam.

"percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,," benar teriakan-teriakan itu menjadikan semua katak diam tenggelam dan mati, kecuali seekor katak itu.
Dia semakin kuat mengayuhkan kakinya.
"percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,"
"tuh lihat teman-teman kamu,,, mereka tenggelam,,, mereka mati,,, tinggal hanya kamu,,, "

"sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,"
Teriakan itu semakin keras, namun malah menjadikan satu-satunya katak yang ada dalam kubangan semakin keras mengayuhkan kakinya.
"sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,"

Karena goncangan yang dilakukan sejak awal oleh kaki-kaki ratusan katak yang kuat mengayuh dan menyerah hingga tertinggal seekor katak, susu itu semakin hangat dan semakin hangat, akhirnya,,,

"HUP" satu-satunya katak itupun berhasil melompat keluar, susu itu mengeras dan menjadi keju untuk berpijak dan melompat.

Semua katak yang diatas heran,, bagaimana,, mengapa itu,, bisa terjadi,,?

Yach,,, karena,, katak yang satu itu "TULI" sehingga dia tidak bisa mendengar teriakan-teriakan itu,,, dan melihat gerak-gerik katak-katak yang diatas,, dia menganggap itu adalah motivasi untuk dirinya,,,

Nah,,, apakah kita akan menyerahkan dream kita,,, goal kita,,, cita-cita kita untuk dicuri orang lain,,?
Apakah kita membenarkan ejekan teman-teman kita yang diatas,, bahwa kita tidak bisa,,?
Kita tidak boleh ragu, kita harus menang, kita harus sukses, sukses dunia, dan akhirat, tentunya AL-QUR'AN adalah sumber motivasi yang terbesar, yang lebih besar dari cerita manapun juga, asalkan kita memahami hikmahnya.

[36:76] Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

[49:15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

[9:33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.