29 Desember 2008

Dibalik Seraut Wajah

Seraut cantik yang amat tipis
Dilukiskan disebuah kanvas wajah
Yang tidak akan bertahan lama
Sebab semuanya akan musnah

Terkadang wajah itu membuat bangga
Terkadang pula menjadikan kecewa
Terkadang menimbulkan rasa iri
Terkadang menumbuhkan kebencian

Ada sebuah tanya
Yang tidak minta jawabannya
Hanya tindakan nyata
Sebagai jawaban yg diminta

Sudahkah wajah cantik itu disyukuri
Sudahkan dia dibawa kedepan cermin
Diperhatikan dengan seutuhnya
Kemudian bertanya “siapa saya”

Sudahkah wajah cantik itu dilihat lebih dalam
Dibalik sebuah lukisan indah Yang Maha Pencipta
Sudahkah dilihat cermin yg tidak pernah dusta
Memperlihatkan apapun yang ingin dilihat mata

Kemudian, sudahkah ada pinta dalam dada
Didepan cermin kaca yang jujur itu
Dari hati sanubari yang ikhlash
Melantunkan sebuah pinta

“Yaa ALLAH,
sebagaimana Engkau baguskan wajahku,
baguskanlah pula akhlaqku”

1 komentar: