Seraut cantik yang amat tipis
Dilukiskan disebuah kanvas wajah
Yang tidak akan bertahan lama
Sebab semuanya akan musnah
Terkadang wajah itu membuat bangga
Terkadang pula menjadikan kecewa
Terkadang menimbulkan rasa iri
Terkadang menumbuhkan kebencian
Ada sebuah tanya
Yang tidak minta jawabannya
Hanya tindakan nyata
Sebagai jawaban yg diminta
Sudahkah wajah cantik itu disyukuri
Sudahkan dia dibawa kedepan cermin
Diperhatikan dengan seutuhnya
Kemudian bertanya “siapa saya”
Sudahkah wajah cantik itu dilihat lebih dalam
Dibalik sebuah lukisan indah Yang Maha Pencipta
Sudahkah dilihat cermin yg tidak pernah dusta
Memperlihatkan apapun yang ingin dilihat mata
Kemudian, sudahkah ada pinta dalam dada
Didepan cermin kaca yang jujur itu
Dari hati sanubari yang ikhlash
Melantunkan sebuah pinta
“Yaa ALLAH,
sebagaimana Engkau baguskan wajahku,
baguskanlah pula akhlaqku”
29 Desember 2008
21 Desember 2008
The Sculptor (pematung)
Kuambil segumpal tanah liat
kubentuk dengan kupijat-pijat
sementara jemariku menekan
terbentuklah yang kuinginkan.
Kudatangi bbrp hari kemudian
tanah liat sudah membatu
bentuk buatan tanganku msh nampak jelas
…dan aku tak dapat lagi mengubahnya.
Lalu kuambil tanah liat bernyawa
Sebuah hati bocah lembut dan peka
Dari hari ke hari kubentuk dia
Dengan segala kemampulan daya seni
Beberapa tahun kemudian
Si bocah telah menjadi orang
Sifat-sifat bentukanku tetap tercermin
Dan aku tak dapat lagi mengubahnya
kubentuk dengan kupijat-pijat
sementara jemariku menekan
terbentuklah yang kuinginkan.
Kudatangi bbrp hari kemudian
tanah liat sudah membatu
bentuk buatan tanganku msh nampak jelas
…dan aku tak dapat lagi mengubahnya.
Lalu kuambil tanah liat bernyawa
Sebuah hati bocah lembut dan peka
Dari hari ke hari kubentuk dia
Dengan segala kemampulan daya seni
Beberapa tahun kemudian
Si bocah telah menjadi orang
Sifat-sifat bentukanku tetap tercermin
Dan aku tak dapat lagi mengubahnya
19 Desember 2008
Hidup Penuh Liku
pengembaraan yg panjang
penuh gelombang dan badai menghadang
juga jala-jala yg kejam
kadang harus melampaui kepulauan berkarang
jika qt tidak teguh dengan visi qt
walau al-fatihah sudah qt bunyikan 17 kali sehari (minimum)
walau syahadat sudah qt bunyikan 9 kali sehari (minimum)
nyatanya tetap tidak punya arti
tetap saja kesyirikan qt jalani
tetap saja alasan klasik “nenek moyang” ; “adat” ; “kata guru saya” dan sebagainya
padahal:
"dimana saja, kapan saja, minumnya coca cola"
mungkin hanya 2 kali sehari qt dengar
Mengapa itu bisa mewarnai hidup kita???
Mengapa kita jalankan dengan semangat???
Malaksanakan, memegang, dan meminum “coca-cola”???
Mengapa???
Mengapa???
penuh gelombang dan badai menghadang
juga jala-jala yg kejam
kadang harus melampaui kepulauan berkarang
jika qt tidak teguh dengan visi qt
walau al-fatihah sudah qt bunyikan 17 kali sehari (minimum)
walau syahadat sudah qt bunyikan 9 kali sehari (minimum)
nyatanya tetap tidak punya arti
tetap saja kesyirikan qt jalani
tetap saja alasan klasik “nenek moyang” ; “adat” ; “kata guru saya” dan sebagainya
padahal:
"dimana saja, kapan saja, minumnya coca cola"
mungkin hanya 2 kali sehari qt dengar
Mengapa itu bisa mewarnai hidup kita???
Mengapa kita jalankan dengan semangat???
Malaksanakan, memegang, dan meminum “coca-cola”???
Mengapa???
Mengapa???
15 Desember 2008
Masalahnya, banyak yang tidak tahu, tidak mau dan tidak mau tahu.
Setiap saat setiap waktu TVRI memancarkan siarannya…
Siapakah yang bisa menerima dengan baik, siaran dari TVRI…???
Tentunya ada syaratnya…
Harus ada pesawat televisinya…
Harus ada arus listriknya…
Instalasi listrik harus terpasang dengan baik… (kabel-kabel, dll)
Harus ada antenanya…
Antena harus diinstalasi dengan baik… (termasuk arahnya, dll)
Harus di-on-kan dengan channel yang tepat… (TVRI)
Harus memperhatikan dengan baik… (melihat dan mendengarkan)
Nah… barulah seseorang tersebut bisa menerima atau menangkap siaran TVRI dengan baik.
Masalahnya .....
BANYAK YANG TIDAK SIAP ....
DAN BANYAK YANG TIDAK MAU ....
Setiap saat setiap waktu ALLAH SWT memberikan hidayah-NYA...
Siapakan yang bisa menerima dengan baik, hidayah ALLAH SWT ... ???
Tentunya ada syaratnya...
Harus ada ALQUR’AN dan Hadits shohih …
Harus ada akal sehat yang benar-benar dipakai…
Semua sambungan harus diinstalasi dengan baik...
ALQUR’AN dibaca dan dipahami kemudian diikuti dengan taat dan patuh...
Hadits shohih diterima dengan baik dan dicontoh...
Seluruh perhatian diarahkan dengan meninggalkan ”hawanafsu”...
Menerima dan melaksanakan dengan IKHLASH hanya karena ALLAH SWT
Nah...barulah seseorang tersebut bisa menerima hidayah ALLAH SWT.
Masalahnya .....
BANYAK YANG TIDAK SIAP ....
DAN BANYAK YANG TIDAK MAU ....
QS42: Asy Syuura
52. dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (ruuhan, wahyu, Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
53. (yaitu) jalan Allah yang Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.
QS35: Faathir
32. kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar.
QS39: Az Zumar
53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
54. dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
55. dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[1315] sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
56. supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku Sesungguhnya Termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ),
57. atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku Termasuk orang-orang yang bertakwa'.
58. atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan Termasuk orang-orang berbuat baik'.
[1314] Dalam hubungan ini Lihat surat An Nisa ayat 48.
[1315] Maksudnya: Al Quran
Siapakah yang bisa menerima dengan baik, siaran dari TVRI…???
Tentunya ada syaratnya…
Harus ada pesawat televisinya…
Harus ada arus listriknya…
Instalasi listrik harus terpasang dengan baik… (kabel-kabel, dll)
Harus ada antenanya…
Antena harus diinstalasi dengan baik… (termasuk arahnya, dll)
Harus di-on-kan dengan channel yang tepat… (TVRI)
Harus memperhatikan dengan baik… (melihat dan mendengarkan)
Nah… barulah seseorang tersebut bisa menerima atau menangkap siaran TVRI dengan baik.
Masalahnya .....
BANYAK YANG TIDAK SIAP ....
DAN BANYAK YANG TIDAK MAU ....
Setiap saat setiap waktu ALLAH SWT memberikan hidayah-NYA...
Siapakan yang bisa menerima dengan baik, hidayah ALLAH SWT ... ???
Tentunya ada syaratnya...
Harus ada ALQUR’AN dan Hadits shohih …
Harus ada akal sehat yang benar-benar dipakai…
Semua sambungan harus diinstalasi dengan baik...
ALQUR’AN dibaca dan dipahami kemudian diikuti dengan taat dan patuh...
Hadits shohih diterima dengan baik dan dicontoh...
Seluruh perhatian diarahkan dengan meninggalkan ”hawanafsu”...
Menerima dan melaksanakan dengan IKHLASH hanya karena ALLAH SWT
Nah...barulah seseorang tersebut bisa menerima hidayah ALLAH SWT.
Masalahnya .....
BANYAK YANG TIDAK SIAP ....
DAN BANYAK YANG TIDAK MAU ....
QS42: Asy Syuura
52. dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (ruuhan, wahyu, Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
53. (yaitu) jalan Allah yang Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.
QS35: Faathir
32. kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar.
QS39: Az Zumar
53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
54. dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
55. dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[1315] sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
56. supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku Sesungguhnya Termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ),
57. atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku Termasuk orang-orang yang bertakwa'.
58. atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan Termasuk orang-orang berbuat baik'.
[1314] Dalam hubungan ini Lihat surat An Nisa ayat 48.
[1315] Maksudnya: Al Quran
14 Desember 2008
Peringatan bagi orang yang mengerti
Membaca BUKANLAH membunyikan.
Kalau saat mengajar bahasa indonesia,
guru menyuruh kita membaca paragrap ke 2 dari sebuah text,
dan membacanya harus "membaca dalam hati",
maka kita harus benar-benar memahami yang kita baca,
kemudian kalau kita disuruh menjawab pertanyaan,
atau melaksanakan isi paragrap ke 2 tadi,
maka kita bisa menjawab atau melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
Begitu juga pada pelajaran bahasa inggris,
hal yang sama juga harus kita lakukan dengan baik.
Begitu juga pada pelajaran bahasa arab, perancis, jepang, de el el,
hal yang sama juga harus kita lakukan dengan baik.
Nah... bagaimana jika gurunya adalah ALLAH SWT ???
DIA mengajarkan segala sesuatu dalam AL-QUR'AN (Firman-NYA)
[7:205] angka itu maksudnya, mari kita baca AL-QUR’AN dan terjemahnya, surat ke 7 ayat 205
[7:205] Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
Kalau saat mengajar bahasa indonesia,
guru menyuruh kita membaca paragrap ke 2 dari sebuah text,
dan membacanya harus "membaca dalam hati",
maka kita harus benar-benar memahami yang kita baca,
kemudian kalau kita disuruh menjawab pertanyaan,
atau melaksanakan isi paragrap ke 2 tadi,
maka kita bisa menjawab atau melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
Begitu juga pada pelajaran bahasa inggris,
hal yang sama juga harus kita lakukan dengan baik.
Begitu juga pada pelajaran bahasa arab, perancis, jepang, de el el,
hal yang sama juga harus kita lakukan dengan baik.
Nah... bagaimana jika gurunya adalah ALLAH SWT ???
DIA mengajarkan segala sesuatu dalam AL-QUR'AN (Firman-NYA)
[7:205] angka itu maksudnya, mari kita baca AL-QUR’AN dan terjemahnya, surat ke 7 ayat 205
[7:205] Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
Langganan:
Postingan (Atom)
